Desa Di Sekitar Kita

Desa. Mungkin kata ini familiar bagi kita, tetapi bagaimana dengan pengertiannya?
Di Surabaya mungkin tak ada wilayah yang berstatus 'desa' (dipimpin oleh Kepala Desa), yang ada hanya 'kelurahan' (dipimpin oleh Lurah). Mengutip wikipedia, "Kelurahan merupakan unit pemerintahan terkecil setingkat dengan desa. Kelurahan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan. Dalam konteks otonomi daerah di Indonesia, Kelurahan merupakan wilayah kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah Kabupaten atau kota. Kelurahan dipimpin oleh seorang Lurah yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil. Desa bukanlah bawahan kecamatan, karena kecamatan merupakan bagian dari perangkat daerah kabupaten/kota, dan desa bukan merupakan bagian dari perangkat daerah. Berbeda dengan Kelurahan, Desa memiliki hak mengatur wilayahnya lebih luas. Namun dalam perkembangannya, sebuah desa dapat diubah statusnya menjadi kelurahan." kutipan tadi berasal dari referensi Sewa Rental Mobil Avanza di Surabaya pada tautan berikut: https://id.wikipedia.org/wiki/Desa serta https://id.wikipedia.org/wiki/Kelurahan. Tapi selain keduanya, Sewa Mobil Surabaya juga menemukan kata Dusun/Kampung dan Pedukuhan: https://id.wikipedia.org/wiki/Pedukuhan yang mempunyai lingkup lebih sempit dari Kelurahan atau Desa.

Jika kita menyebut desa, kemungkinannya yang tergambar pada benak kita meliputi sawah dan segala kehidupan tradisional pada keseharian dari penduduknya. Gambaran ini mungkin tidak salah, tetapi tidak selalu begitu. Karena dari kacamata Rental Sewa Mobil Innova Reborn di Surabaya, kehidupan tradisional banyak diasosiasikan dengan sifat kurang maju, terbelakang, pendidikan rendah dan lain sebagainya maka pembangunan tingkat desa perlu digalakkan. Saat ini pemerintah banyak menggelontor desa dengan dana besar sebagai modal untuk kemakmuran rakyat desa beserta penghidupannya sekaligus menjadi mandiri. Hal ini diharapkan menggali dan memaksimalkan potensi desa sekaligus memajukan warga desa agar mampu bersaing dengan wilayah kota. Jadi angka urbanisasi (perpindahan penduduk desa ke kota) demi mencari penghidupan yang lebih baik pun dapat dikurangi secara bertahap. Karena banyak penduduk desa dapat mengusahakan pendapatannya sendiri di desa.

Dari yang terlihat pada berita beberapa waktu lalu, pembangunan desa ini bisa dikatakan memenuhi (bahkan melebihi) target. Tak sedikit dari desa tersebut yang kemudian bisa mandiri tanpa kucuran dana sedikit pun: https://www.merdeka.com/khas/desa-berlomba-membangun-badan-usaha.html. Dengan kemajuan desa tentu berpengaruh terhadap banyak hal, termasuk operasional Sewa Rental Mobil Innova di Surabaya secara tidak langsung. Karena banyak konsumen Rental Sewa Mobil Per-12 Jam di Surabaya adalah staf perusahaan dan pebisnis, maka bisa saja mereka akan mencari potensi untuk dikembangkan dengan cara kerja sama. Misalnya dari artikel berita berikut: https://www.merdeka.com/khas/kelola-kolam-renang-desa-ponggok-tak-lagi-terbelakang.html. Fakta yang ada bisa membuka mata bahwa kehidupan di desa akan mudah diubah dari terbelakang menjadi bertumbuh dan menjadi inspirasi bagi daerah lain yang masih bingung bagaimana mengelola sebuah desa.

Kemajuan sebuah desa tentunya akan berdampak banyak hal, mulai dari infrastruktur dan sarana yang terurus serta bagus. Jadi saat tamu konsumen Sewa Rental Mobil Perhari di Surabaya singgah ke daerah tersebut, kemungkinannya minimal dari segi jalanan akan mulus dan tidak berdampak buruk pada kendaraan. Jika jalanan desa mulus, secara otomatis akan mengurangi resiko kecelakaan pula dan mengurangi kemacetan di titik-titik tertentu karena Rental Sewa Pickup Grand Max di Surabaya Barat mengira bila banyak orang (terutama pendatang dan bagian distribusi dari instansi/perusahaan tertentu) akan lebih memilih jalan memutar ketimbang menghadapi jalanan bergelombang dan berbatu-batu. 

Namun, banyak jalan desa memang menjadi jalan utama penghubung satu-satunya yang ada (lainnya adalah jalan setapak dan 'jalan terpencil' yang kurang bisa mengakomodasi kendaraan besar), jadi setiap kerusakan akan membutuhkan waktu lebih panjang bagi penduduknya untuk terlepas dari kondisi terisolasi. Sebagai contohnya adalah jika jembatan penghubung sebuah desa dengan 'dunia luar' terputus seperti pada tautan berikut: http://vik.kompas.com/jembatan/. Begitu juga dengan jembatan berikut: http://regional.liputan6.com/read/3178539/banjir-kepung-bantul-2-jembatan-antar-kecamatan-ambrol. Meski sebuah jembatan terletak di 'desa', nampaknya masalah konstruksi bangunan menjadi hal yang penting disebabkan minimnya jalur alternatif. Dan sebagai pengguna jalan, Sewa Rental Honda Mobilio di Surabaya serta lainnya perlu mengikuti persyaratan daya dukung sebuah infrastruktur. Karena ketidakdisiplinan tentu menyengsarakan lainnya yang juga membutuhkan; seperti runtuhnya jembatan darurat berikut ini yang disebabkan muatan berlebih: http://www.saibumi.com/artikel-85952-garagara-ini-jembatan-bailey-ambrol-baru-dua-bulan-dibangun.html.

Di sisi lain, keberadaan teknologi serta peralatan yang digunakan juga menuntut terciptanya infrastruktur dan sarana yang memadai. Misalnya, jika SPBU terdekat mempunyai jarak ratusan kilometer mungkin akan menyulitkan petani mendapatkan BBM untuk mesin persawahannya (atau nelayan untuk perahunya). Contoh lain adalah pengadaan mobil desa semacam berikut: https://www.otosia.com/berita/mobil-ndeso-ide-jokowi-murah-dan-serbaguna.html. Mobil desa sendiri telah lama menjadi gagasan bahkan sempat dibuat kompetisi supaya benar-benar mengakomodasi kebutuhan masyarakat desa: https://oto.detik.com/mobil/d-3442337/ini-dia-5-desain-terbaik-mobil-pedesaan-karya-mahasiswa. Dengan adanya desain mobil khusus untuk penghidupan di desa tersebut maka 'pembelian mubazir' dan tak sesuai peruntukannya pun bisa dihindari. Rental Sewa Mobil Livina di Surabaya atau bahkan sebagian dari kita mungkin pernah mengenal cerita jika di suatu daerah, orang membeli kulkas hanya digunakan sebagai lemari pakaian. Ini disebabkan tak adanya pendukung untuk menjadikan kulkas tersebut berfungsi sebagaimana mestinya. Dari penelusuran Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya sendiri, dan cukup menyedihkan—hal semacam ini adalah fakta. 

Saat ini tren untuk 'berkunjung ke desa' atau 'kembali ke desa' mulai muncul. Tak lagi menjadikan desa hanya sebagai daerah transit untuk menuju daerah lainnya, namun juga sebagai tujuan. Dengan menggeliatnya desa, maka akan tercipta simbiosis desa dengan kawasan lain termasuk kota. Industri di perkotaan dapat membantu penghidupan di desa (seperti pengadaan kelistrikan, kendaraan, sembako semacam sabun-pasta gigi dan lainnya) dan hasil tani pedesaan dapat membantu kebutuhan keseharian di perkotaan.

Bahkan beberapa desa di Indonesia tidak seperti yang kita pikirkan, salah satunya bisa dilihat pada artikel berikut: http://regional.kompas.com/read/2017/04/07/07070001/lamahu.desa.digital.pertama.di.indonesia. Begitu juga dengan sebuah desa pada artikel berikut: https://inet.detik.com/cyberlife/d-3906135/mengintip-kampung-bisnis-online-di-purbalingga, bisnis yang dijalankan dengan berpusat di desa tersebut malah menarik para karyawan 'kota' untuk kembali ke desa. Jika sebuah desa telah banyak menggunakan teknologi digital, maka mereka yang meremehkan dan selalu menggunakan istilah atau olok-olok 'wong ndeso' untuk menyebut seseorang tidak lagi relevan. Bagaimana seseorang disebut 'ndeso' sedangkan sebagian orang kota sendiri malah terkesan 'kurang update'? ^_^
 
 
 
***
Keterangan gambar: Sebuah desa sering digambarkan mayoritas dihuni oleh orang-orang yang penghidupannya bekerja secara tradisional atau bergantung pada hasil alam. Meskipun saat ini tidak mutlak seperti itu. Sumber: pixabay/Herriest