Jembatan Suramadu dan Geliat Madura

Salah satu tempat favorit yang diincar oleh pengunjung (atau penyewa Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya) luar kota adalah jembatan Suramadu. Ikon yang menghubungkan Pulau Jawa dan Madura ini berhasil menarik banyak orang untuk datang dan melihat dari dekat. Tapi banyak juga yang hanya ingin 'sekedar melihat', yakni mereka hanya ingin melewati jembatan tersebut lalu putar balik ke Surabaya atau kota dimana mereka tinggal. Adanya animo yang besar dari masyarakat ini membuat pihak pengelola memasang larangan untuk berhenti di sepanjang jalan Jembatan Suramadu tersebut. Berhenti ini adalah sekedar menikmati pemandangan sekitar jembatan dan mengambil gambar apalagi mengambil gambar sendiri (selfie): http://nasional.tempo.co/read/news/2015/07/03/058680701/dilarang-selfie-di-jembatan-suramadu.

Jadi jika Anda suka mengabadikan sesuatu, ada baiknya Anda menggunakan jasa rental mobil seperti Rental Mobil Avanza di Surabaya sembari berkeliling. Karena saat itu Anda bisa bebas memotret tanpa harus berkonsentrasi ke arah jalan. Beberapa penyewa mobil kami pun demikian, meskipun tak semuanya karena mereka yang menyewa mobil ini tentunya mempunyai tujuan berbeda. Tapi setidaknya, kita tak harus berkonsentrasi mengawasi lalin sekitar kita. Kebanyakan para penumpang Sewa Mobil Innova di Surabaya adalah pebisnis, jadi kesibukan penyewa ini lebih ke arah komunikasi ketimbang foto selfie atau mengabadikan sekeliling.

Kembali ke topik, nampaknya bukan hal yang aneh apabila satu kilometer menjelang Jembatan Suramadu di sisi Madura sekarang ada banyak lapak pedagang, khususnya souvenir kerajinan khas asal Madura berupa baju/batik atau cemeti berwarna-warni. Tak hanya souvenir saja, karena tenda-tenda pedagang tersebut ada juga yang menawarkan makanan khas dari Madura. Walaupun Rental Sewa Pickup Grand Max di Surabaya juga menjumpai makanan khas Surabaya macam Rujak Cingur atau makanan yang umum di berbagai daerah seperti bakso.

Hanya, meski banyak pengunjung yang 'sekedar menyentuh' Madura di sekitaran Suramadu, tetapi ada juga penyewa Sewa Rental Honda Mobilio di Surabaya yang yang rela 'blusukan' hingga ke Madura pedalaman. Jika pengunjung melakukan konsumsi atau singgah di suatu tempat/kedai setempat, secara tak langsung mereka turut membantu perekonomian Madura pada perputaran keuangannya dalam jangka pendeknya. Tetapi ada juga pebisnis yang kemudian bermitra dengan tokoh/penduduk setempat.

Jembatan Suramadu memang membuka gerbang Madura ke 'dunia luar', tak hanya ke jawa tapi bahkan seluruh Indonesia. Banyak orang yang mudah mencapai pulau ini sekarang, termasuk turis asing. Banyak pulau di Indonesia ini yang mudah dijangkau oleh turis asing yang kebanyakan lebih suka menggunakan moda transportasi pesawat terbang ketimbang kapal, yang bandar udaranya saja tergolong sepi penumpang: https://m.tempo.co/read/news/2016/04/09/090761206/bandara-trunojoyo-madura-sepi-kemenhub-siapkan-jalur-boeing. Namun kendala terutama dari pariwisata Madura adalah kurangnya sosialisasi dan promosi tentang destinasi pariwisatanya ke dunia luar jika dibandingkan lombok, bangka-belitung bahkan raja ampat papua yang terasa lebih 'terpencil'. Bila sektor pariwisata digalakkan, trafik kunjungan pun akan bisa terdongkrak karena jasa transportasi adalah merupakan bagian dari pariwisata juga. Begitu pun Rental Mobil di Surabaya Barat yang telah menetapkan harga miring ketimbang rental mobil lain, pastinya akan kebagian penumpang yang tertarik dengan Madura.

Kendati demikian, pemerintah kota-kota di Madura (serta Surabaya) pun agaknya juga mesti memikirkan nasib mereka yang terpinggirkan sejak berdirinya Jembatan Suramadu ini. Seperti kabar yang pernah diterima Sewa Rental Mobil Per-12 Jam di Surabaya bahwa nelayan pinggir pantai yang biasanya menggantungkan hidupnya dari arus laut di Selat Madura akhirnya terganggu kehidupannya, ataupun sekedar memberi solusi kepada mereka (pedagang) yang pernah membeli stan di Pelabuhan Kamal tempat kapal feri wira-wiri sebagai sarana penghubung sebelum Jembatan Suramadu berdiri. Seperti yang tercantum pada tautan referensi Rental Sewa Mobil Perhari di Surabaya berikut: http://www.jatimtimes.com/baca/135203/20160206/153151/pelabuhan-kamal-semakin-sepi-pedagang-gulung-tikar/ Dengan demikian, situasi di daerahnya pun bisa lebih kondusif untuk usaha serta relatif menenangkan semua pihak ketimbang kita menjumpai kerusuhan sebagai imbas dari pihak yang dikecewakan atau tidak terima. Selain itu, adanya kepastian tersebut bisa juga berarti iklim usaha yang baik karena dipayungi oleh pemerintahan yang baik dan peduli rakyatnya. Hal ini agaknya bisa berdampak pada ketertarikan investor yang bisa membangun Madura agar lebih maju.
 
 
 
 
Keterangan Gambar: Gerbang Tol Mobil Suramadu dari sisi Surabaya. sumber: commons.wikimedia.org/Jaya Good. ©www.panoramio.com 

Tag: disewakan-mobil-surabaya, harga-sewa-mobil-surabaya, mobil-sewaan-surabaya, rental-mobil-di-surabaya, rental-mobil-surabaya, sewa-mobil-avanza-di-surabaya, sewa-mobil-di-surabaya, sewa-mobil-honda-mobilio-di-surabaya, sewa-mobil-innova-di-surabaya, sewa-mobil-lepas-kunci, sewa-mobil-murah, sewa-mobil-pakai-supir, sewa-mobil-surabaya, supir-sewaan-surabaya, testimoni,