Macet di Surabaya dan Solusinya (II-habis)

[gambar: penggunaan culvert beton untuk kanal di Inggris, yang juga diterapkan di Surabaya untuk pengadaan jalur jalan baru. credit: Kate Jewell/commons.wikimedia.org]

Menyambung artikel sebelumnya.

Sebagai perbandingan solusi kemacetan di Jakarta, banyak solusi yang ditawarkan dan sudah diterapkan. Misalnya, adanya Bis TransJakarta. Di zaman Sutiyoso saat menjabat Gubernur Jakarta dulu peraturan untuk jalur khusus busway begitu ketatnya diberlakukan hingga lambat-laun dijumpai banyak mobil dan motor yang menggunakan jalur khusus ini meski dilarang. Hal ini nyata-nyata bisa mengakibatkan kemacetan juga di sekitaran trek busway ini akibat penumpang yang sengaja membayar demi kemudahan dan kelancaran ikut terkena imbas yang tidak diinginkan.

Di kota tempat Sewa Rental Mobil Murah di Surabaya bermarkas sendiri, ada beberapa ide sebagai solusi untuk kemacetan ini. Misalnya saja, MRT (Mass Rapid Transit) seperti Monorel. Lihat berita pada url ini: http://news.liputan6.com/read/760701/atasi-kemacetan-surabaya-walikota-risma-gunakan-mrt. Tapi sebelum semuanya itu terealisasi, yang bisa dilihat saat adalah Jalan Baru Lingkar Timur (MERR) sebagai penghubung jalan Kenjeran Surabaya ke arah selatan yang direncanakan hingga Pondok Tjandra Sidoarjo yang saat ini merupakan salah satu ujung tol menuju Bandara Juanda Surabaya. Saat berita ini diturunkan, trek yang terealisasi dan berjalan mulus sehingga bisa dilewati sekitar 85%; terhenti pada titik persimpangan jalan Rungkut Madya yang . Lebar jalan Dr. Ir Soekarno yang merupakan nama jalan MERR ini agaknya bisa sedikit mengurai kepadatan jalan pertengahan yang biasanya tertumpah pada jalur Rungkut Lor di sebelah selatan Kali Jagir, atau jalan Semampir serta Raya Nginden - Manyar - Menur di sisi utara Kali Jagir.

Selain Jalan Lingkar Timur tersebut juga ada "Frontage Road" yang merupakan jalur ganda dari Jl A. Yani Surabaya. Pertama dimulai dari sisi timur yang sempat terputus saat ada permasalahan terkait ganti rugi lahan di depan kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya. Saat ini hal tersebut telah diselesaikan dan lampu lalin yang terpasang sepanjang Frontage Road tersebut juga telah beroperasi dengan baik. Rambu dan pengubahan arah untuk penataan arus lalin pun telah ditetapkan setelah melalui serangkaian ujicoba saat Sewa Mobil Avanza di Surabaya meluncur di jalan tersebut. Proyek Frontage Road di sisi barat jl A. Yani pun sebagian besar juga telah rampung saat artikel ini ditayangkan. Adanya Frontage Road ini lumayan mengurangi melubernya arus pada ruas jalan utama A. Yani, terutama untuk kendaraan yang hanya butuh melintas antar blok area di sisi timur atau sisi barat saja. Jalan sisi depan Royal Plaza yang merupakan ujung dari Frontage sisi barat juga telah diperlebar hingga area yang tadinya merupakan area parkir Mall tersebut.

Sementara itu, trek dan tiang pancang tol Surabaya — Pasuruan (Gempol) yang hancur karena peristiwa lumpur Lapindo lebih satu dasawarsa lalu juga telah mendapatkan gantinya.  Bahkan saat artikel ini diturunkan, tol Gempol — Pandaan telah siap digunakan untuk mengakomodasi keperluan perjalanan jauh dan menghindari kemacetan beberapa titik di ruas arteri Surabaya — Malang. Karena arus lalin dari Surabaya menuju Malang cukup ramai, sehingga tersendatnya arus ke sana merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pula karena efeknya domino. Hal yang parah dan menjadi perhatian berikutnya adalah kemacetan yang juga menghantui pintu tol seperti yang terjadi di dekat ruas tol Surabaya — Gresik, Surabaya — Juanda (titik Rungkut Industri) dan Surabaya — Malang di titik Gunungsari, terutama pada jam sibuk pagi serta sore hari. Hal ini mungkin masih berada dalam tahap kajian lebih lanjut atas beberapa alternatif solusi agar menjadi pemecahan yang lebih baik.

Jika beberapa paragraf di atas adalah solusi dari penambahan dan pelebaran jalan, maka solusi lain yang bisa ditemui untuk mengatasi kemacetan adalah pada jalur rel yang memang tidak bisa dimanfaatkan oleh Sewa Mobil Honda Mobilio di Surabaya. Memang hal ini bukan secara langsung mengatasi kemacetan di jalan raya seperti jembatan layang dan frontage road tadi, tetapi diharapkan bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh mereka yang dekat dengan sekitaran rel kereta api Surabaya — Sidoarjo yaitu dengan menggunakan komuter dengan jadwal waktu tertentu. Bahkan terkadang, pengguna komuter ini banyak yang menitipkan sepeda atau motornya di penitipan dekat rel kereta api tadi untuk selanjutnya melanjutkan perjalanannya menggunakan moda tersebut. Dan sebenarnya jalur kereta api ini komuter juga lumayan panjang tidak di kisaran Surabaya — Sidoarjo saja, tetapi bisa juga dimanfaatkan oleh mereka yang mempunyai rute harian Surabaya — Malang, karena di antara kedua kota besar di Jawa Timur ini memang ada beberapa titik kemacetan, antara lain di kawasan Porong — Sidoarjo, serta kawasan Singosari — Lawang sebelum layang Lawang dari arah Malang.

Hanya, sebagian besar karyawan kantor di Kota Metropolitan Surabaya didominasi oleh para pekerja yang bermukim di kota-kota satelit Surabaya sehingga keberangkatan dan kepulangannya meluberi jalan-jalan gapura Selamat Datang Kota Surabaya. Asal luberan ini diantaranya adalah Kota Sidoarjo yang sebagian penduduknya merupakan pindahan dari Kota Surabaya.

Tag: disewakan-mobil-surabaya, harga-sewa-mobil-surabaya, mobil-sewaan-surabaya, rental-mobil-di-surabaya, rental-mobil-surabaya, sewa-mobil-avanza-di-surabaya, sewa-mobil-di-surabaya, sewa-mobil-elf-di-surabaya, sewa-mobil-honda-mobilio-di-surabaya, sewa-mobil-innova-di-surabaya, sewa-mobil-lepas-kunci, sewa-mobil-murah, sewa-mobil-pakai-supir, sewa-mobil-pregio-di-surabaya, sewa-mobil-surabaya, supir-sewaan-surabaya, testimoni,